Polri Harus Usut Biar Menjadi Pelajaran

Posted on

SURATKABAR.ID – Ahmad Sahroni selaku Anggota Komisi III DPR meminta kepada pihak kepolisian agar menindaklanjuti kasus pemukulan pemuda berinisial BP dengan perwira TNI Angkatan Laut di Rawamangun, Jakarta Timur, Jumat (13/10/2017) kemarin. Sahroni dengan tegas menandaskan, aparat penegak hukum harus bersikap tegas untuk melakukan penindakan dan pengusutan—dengan harapan agar kejadian yang sama ke depannya tak perlu terulang lagi.

“Jangan anggap remeh kasus ini. Kepada Polres Jakarta Timur, teruskan kasus yang menjadi viral tersebut biar menjadi pelajaran bagi yang lainnya,” ujarnya di Jakarta, Sabtu (14/10/2017), sebagaimana dilansir dari laporan Republika.co.id.

Gara-gara Soal Buang Sampah

Sahroni menuturkan, pelaku perkelahian jalanan tentunya harus menerima risiko yang telah dilakukannya. Karena itu, Polres Metro Jakarta Timur harus menindaklanjuti laporan itu. Dia mengingatkan, masyarakat sebaiknya juga dapat lebih menghargai institusi TNI sebagai garda terdepan penjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Bukan malah mengajak berkelahi sewaktu diingatkan ketika membuang sampah di jalan.

Kasus perkelahian berawal saat BP yang mengendarai mobil Mazda merah dengan nomor polisi B 1599 PVH membuang sampah sembarangan melalui jendela, hingga mengenai istri Lettu Satrio Fitriandri yang mengendarai sepeda motor. Lettu Satrio lantas menegur pengemudi mobil tersebut dan memintanya berbicara di pinggir jalan. Tidak terima atas teguran itu, pengemudi mobil itu beradu mulut dan mendorong Satrio hingga terjadi baku pukul.

Baca juga: Terancam! Seluruh Diplomat Uni Eropa dalam 24 Jam Akan Diusir Duterte karena Ini

Dalam kasus itu, pengemudi mobil yang diketahui berinisial BP sudah mengutarakan permohonan maaf kepada Lettu Satrio. Namun, Lettu Satrio sudah membuat laporan ke Polsek Pulogadung dan sempat menjalani visum. Video keduanya berkelahi di jalan dengan pengemudi mobil sempat menjadi viral di berbagai media sosial.

Keduanya Kelbes TNI AL

Sebelumnya, Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Gig Jonias Mozes Sipasulta membenarkan terjadinya perselisihan antara anggota TNI AL dengan pengemudi mobil di Jalan Pemuda Rawamangun Jakarta Timur.

Keduanya, kata Gig, merupakan keluarga besar TNI AL. Kasus yang awalnya disebut masih ditangani Polsek Pulogadung itu kini dilimpahkan ke Polres Jakarta Timur (Jaktim), “Ditangani Polres Jakarta Timur,” tutur Gig dalam keterangannya, Jumat (13/10/2017) malam.

Anggota TNI AL dalam perkelahian itu diketahui bernama Lettu Laut Satrio Fitriandi. Dia merupakan putra dari Laksma TNI (Purn) S. Sementara pengendara mobil Mazda Merah bernomor polisi B 1599 PVH bernama Bimantoro Prasetyo (26 tahun), cucu dari Mayor (Purn) Fx T H.

Perkelahian dipicu setelah Bimantoro membuang sampah ke luar mobil dan mengenai perempuan yang dibonceng Lettu Satrio. Lettu Satrio maupun perempuan yang dibonceng disebut merasa tidak terima. Namun tiba-tiba Bimantoro keluar dari mobil dan memancing perkelahian.

Baca juga: Astaga! Nekat Keluarkan Separuh Tubuhnya dari Jendela Mobil, Nasib Wanita Ini Berujung Tragis

Berdasarkan Gig, awalnya terjadi adu mulut dan pertengkaran namun kemudian berujung menjadi perkelahian. Kasus tersebut juga sudah dicoba diselesaikan secara kekeluargaan, “Mengingat kedua belah pihak adalah keluarga besar TNI,” tuturnya memungkasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *