Nahas! Balon Helium Meletus, 15 Mahasiswa UMM Masuk Rumah Sakit

Posted on

SURATKABAR.ID – Sedikitnya 15 orang mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengalami luka-luka akibat meletusnya balon helium saat pembukaan Student Day mahasiswa baru di kampus, pada Sabtu (7/10/2017). Insiden tersebut persisnya terjadi di halaman Fakultas Ekonomi Bisnis (FEB).

Sejumlah balon yang berisi gas helium tersebut meletus dan melukai 15 mahasiswa. Berdasarkan keterangan dari Kepala Bagian Humas UMM, Rina Wahyu Setyaningrum, dituturkan bahwa insiden itu terjadi bersamaan dengan pengguntingan balon yang menandai pembukaan Student Day mahasiswa baru UMM. Demikian sebagaimana dilansir dari laporan Kompas.com, Minggu (8/10/2017).

Saat  itu, salah satu mahasiswa yang tidak diketahui identitasnya berusaha mengambil balon dengan cara menyulut tali balon pakai korek api. Tak ayal hal itu mengakibatkan sejumlah balon yang berada dalam satu ikatan tersebut meletus saat hendak diterbangkan.

Nahasnya, sejumlah balon yang berada dalam satu ikatan tersebut berdekatan dengan barisan mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis.

Baca juga: Benarkah Video Ini Ungkapan Kekecewaan Hansamu yang Tak Dipanggil Timnas?

Letusan Disertai Api

“Ketika balon akan dinaikkan ada salah satu mahasiswa yang menginginkan mengambil salah satu balon dengan cara menyulut tali balon dengan korek api. Sehingga karena ada panas dari korek api, balon pun meletus,” demikian bunyi penjelasan dalam keterangan tertulis yang diterima tim wartawan.

Letusan itu disertai api yang mengenai sejumlah mahasiswa. Ada 15 mahasiswa yang terkena letusan tersebut dan langsung segera dibawa ke Rumah Sakit UMM guna menjalani perawatan.

“Letusan itu menimbulkan suara dan percikan api yang mengenai beberapa mahasiswa yang ada di dekatnya. Korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit UMM dan mendapatkan pertolongan di sana,” pungkasnya.

Berikut adalah insidennya yang tertangkap kamera mahasiswa.

Sumber : Surat Kabar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *