Kasihan! Usai Digugat Anak Kandung Gara-gara Rumah Warisan, Begini Kondisi Nenek Sumiati Sekarang

Posted on

SURATKABAR.ID – Seorang janda berusia 70 tahun bernama Sumiati kini harus tinggal menetap di rumah singgah anak jalanan. Sumiati malang dituntut anak kandungnya sendiri dan kini hanya bisa tinggal di rumah singgah setelah berlangsungnya proses hukum tersebut. Sudah tiga bulan lebih Sumiati bersama Enik Murtini, anak bungsunya, tinggal di rumah singgah anak jalanan di Kelurahan Pojok, Kecamatan Mojoroto Kota Kediri. Mereka tinggal sejak Mei 2017—setelah rumah warisan suaminya yang ada di Desa Ngablak, Kecamatan Banyakan, Kabupaten Kediri, dieksekusi Pengadilan Negeri (PN) Ngasem Kediri.

Kulo kesel, sedih pengen nangis ae (Saya capek mas, sedih inginnya menangis terus),” demikian penuturan Sumiati kepada awak media, seperti diwartakan kembali dari laman Detik.com, Jumat (21/9/2017).

Runutan Peristiwa

Ibu mana yang tak akan sedih menghadapi situasi seperti ini, demikian juga dengan Sumiati. Padahal dia hanya membantu anak bungsunya (Enik) yang sedang kesulitan modal usaha berternak ayam. Untuk mendapatkan dana tunai keras, sertifikat rumah warisan digadaikan. Itu terjadi pada Mei 2013. Sumiati meminta bantuan kepada Bambang untuk mencari orang yang mau memberi dana segar.

Sayangnya, Sumiati tak tahu bahwa ternyata Bambang meminjam uang ke bank dengan jaminan sertifikat rumah. Padahal sepengetahuan Sumiati, Bambang hanya menggadaikan sertifikat itu ke seseorang. Dana dari bank keluar sebesar Rp 120 juta. Dari dana itu, Bambang meminta Rp 50 juta, sementara Rp 70 juta diserahkan ke Sumiati.

Baca juga: Kirimkan Kapal Berisi 2.000 Ton Beras untuk Etnis Rohingya, Mensos Lantunkan Al Fatihah

Seiring berjalannya waktu, tiba-tiba ada pemberitahuan dari bank bahwa waktu peminjaman telah jatuh tempo dan rumah akan disita. Bulan Mei 2017 rumah mereka disita. Rumah juga telah dilelang dan kini telah menjadi milik orang Surabaya.

Kejadian itu membuat dua anak Sumiati—Emmy Asih dan Lalan Suwanto meradang. Tak terima kehilangan rumah warisan sang ayah, mereka menggugat Sumiati. Pihak lain yang turut tergugat adalah Enik, Bambang, PPAT dan bank. Mereka menggugat bahwa ibu dan pihak lain tersebut telah melawan hukum karena mereka tidak diberi tahu tentang digunakannya sertifikat itu sebagai jaminan. Mereka mengklaim mempunyai hak atas sertifikat itu.

Hingga berita ini dimuat, kasus ini masih berjalan di PN Ngasem Kediri dan telah memasuki sidang ke-11 terkait gugatan perbuatan melawan hukum. Sidang selanjutnya akan digelar kembali pada Selasa (26/09/2017).

“Niat saya bantu anak, tapi apa daya anak saya yang lain menganggap saya tidak adil hingga kehilangan rumah. Saya pasrah,” Sumiati memelas.

“Sekarang semuanya sudah terjadi, saya hanya berharap keadilan dengan kejadian semua ini. Saya capek. Pingin pulang ke rumah,” tutur Sumiati.

Baca juga: Tertangkap! Dua Oknum Polisi Ini Terpergok Peras Pengunjung Diskotek di Jakarta Pusat

Sumiati dan almarhum suaminya, Muradi, dikaruniai 5 anak. Mereka adalah Emmy Asih (53), Pujiono (46), Hadi Suwandi (44), Lalan Suwanto (41) dan Enik Murtini (40).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *