Begini Kegeraman Menhan Saat Terus-terusan Ditanya Soal Senjata Impor

Posted on

SURATKABAR.ID – Kegeraman Ryamizard Ryacudu yang merupakan Menteri Pertahanan sempat meradang saat terus-terusan ditanya soal 280 pucuk senjata yang diimpor Polri. Awalnya, sebelum rapat kerja bersama Komisi I DPR, Ryamizard sudah menjawab pertanyaan para tim media sehubungann Stand Alone Grenade Launcher (SAGL) alias peluncur granat yang diimpor Polri beberapa waktu lalu.

Dikatakan oleh Ryamizard, impor senjata tersebut sudah melalui prosedur yang benar dan diizinkan oleh Kementerian Pertahanan (Kemenhan). Demikian seperti dikutip dari laporan Kompas.com, Rabu (4/10/2017).

Setelah rapat selesai, para wartawan kembali menanyakan senjata yang masih tertahan tersebut lantaran belum puas dengan jawaban Ryamizard sebelumnya.

Ada pun hal yang ditanyakan adalah apa alasan tertahannya senjata tersebut padahal pengadaannya sudah melalui prosedur yang tepat.

Baca juga: Jokowi Usul Film ‘G30S/PKI’ Dibuat Ulang, Begini Komentar Tommy Soeharto

Namun diluar dugaan, respon Menhan cukup mengejutkan. Ryamizard meradang dan membentak wartawan seraya menepuk dada.

“Dari saya, Menteri Pertahanan. Ngerti enggak? Semua senjata Menteri Pertahanan (yang kasih izin)!” tandas Ryamizard dengan tegas.

Sudah Sesuai Prosedur

Ia kembali menandaskan bahwa senjata yang diimpor Polri sudah sesuai prosedur. Menurut Ryamizard, senjata tersebut tertahan lantaran masih melalui proses pemeriksaan kelayakan dan administrasinya.

“Sudahlah, jangan (diperpanjang). Nanti jangan sampai TNI dengan polisi berseberangan. Itu tidak bagus. Tugas kita itu supaya mereka tidak terpecah. Itu tugas saya Menteri Pertahanan,” dia menambahkan.

Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu menegaskan tak ada prosedur yang dilanggar terkait impor senjata oleh Polri.

“Sudah sesuai prosedur, tinggal nanti di lapangan bagaimana serah terimanya segala macam ya,” ungkap Ryamizard di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (3/10/2017).

Polri Sudah Minta Izin

Ryamizard Ryacudu mengatakan, Polri telah meminta izin Kementerian Pertahanan sebelum mengimpor senjata tersebut.

Meski demikian, ia juga mengakui, koordinasi antarlembaga yang berwenang dalam mengimpor senjata belum berjalan dengan baik. Ke depannya, ia mengharapkan impor senjata hanya satu pintu melewati Kemenhan.

“(Kemarin) sudah ada (koordnasi) tapi biasa-biasa aja. Kalau sekarang enggak biasa, harus (lewat Kemenhan). Koordinasi ini belum jalan dengan benar. Mudah-mudahan ke depan berjalan betul karena harus satu induk kementerian pertahanan. Harus sama berpatokan pada satu undang-undang aturan. Kalau udah itu sama semua ya,” tukasnya.

Baca juga: Pengamat Intelijen Ini Sebut Pengiriman Senjata Harus Masuk Lewat Kargo Bandara Militer

Sebelumnya, Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Wiranto berjanji akan menyelesaikan persoalan impor senjata api yang tertahan di Gudang Kargo Unex, Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Banten tersebut. Sedianya, para pimpinan lembaga terkait membahas masalah itu kemarin, Selasa (3/10/2017).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *